Pages

Jumat, 27 Mei 2016

Turbo Pascal

Halo, gaes.
Pada kesempatan kali ini. Gua akan berbagi ilmu (Ciaaaillleeehhh) mengenai salah satu ilmu pemrograman yang masih sangat dasar yaitu Bahasa Pascal.
Disini gua udah nyiapin 5 program kecil
1. Program Segitiga Pascal
2. Program Biner
3. Program Pembagian Uang
4. Program Silang
5. Program Varian dan Mean

Tanpa basa-basi, ini ada sebagian kecil program yang mungkin bisa bermanfaat.
1.  Program Segitiga Pascal


Kode :
             Program segitiga_pascal;
             uses crt;
             var            k,l,j,n,m,x,y,z,i,kom:longint;
             begin
                          clrscr;
                          write  ('Input Nilai       n= '); readln(n);
                          for l:=0 to n do
                          begin
                               for j:=n downto l do write (' ');
                                    for k:=0 to l do
                                    begin
                                    x:=1;
                                    y:=1;
                                    z:=1;
                                    for i:=1 to l do x:=x*i;
                                    for i:=1 to k do y:=y*i;
                                   for i:=1 to (l-k) do z:=z*i;
                                    kom:=x div (y*z);
                                    write       (kom,' ');
                                    end;
                               writeln;
                          end;
                          readln;
end.

Senin, 23 Mei 2016

STIS

Yang biasa dikenal dengan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, namun belakangan ini sudah ada wacana untuk pergantian nama menjadi PSN-STIS (Politeknik Statistik Negara-STIS). Mungkin agak aneh kedengarannya ye. Wkwkwkw. Bagi kamu-kamu yang udah lulus SMA khususnya jurusan IPA dan masih bingung mau ngelanjutin kuliah dimana, artikel kali ini cocok buat kamu yang pengen tahu lebih dekat dengan kampusku sekarang ini. :D




Q : Apa sih STIS itu?

A :
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) yang semula bernama Akademi Ilmu Statistik (AIS) merupakan perguruan tinggi kedinasan program D-IV, yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 1958. Tapi tahun 2016 ini telah ada wacana untuk membuka program D-III dan S2 juga (wowww keren yah). STIS mengemban visi menjadi lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berfungsi untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang statistika dan komputasi statistik dengan mendidik kader yang memiliki kemampuan akademik/profesional. Dengan demikian lulusan STIS merupakan tenaga yang mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian, melakukan analisis di bidang sosial-ekonomi serta merencanakan dan mengembangkan sistem informasi.
Kurikulum dibuat sesuai dengan perkembangan ilmu ekonomi, kependudukan, sosial, dan teknologi informasi. Proses dan metode pembelajaran ditekankan pada pengembangan ketrampilan di bidang statistik dan komputasi statistik. STIS mempunyai dua program studi: Program Studi Statistika dengan dua bidang peminatan, yaitu Ekonomi dan Sosial Kependudukan – dan Program Studi Komputasi Statistik. Program Studi Statistika menghasilkan tenaga ahli statistik ekonomi serta tenaga ahli statistik sosial-kependudukan, dan Program Studi Komputasi Statistik menghasilkan tenaga ahli komputasi dan sistem informasi.

Senin, 29 September 2014

Biografi Antony van Leeuwenhoek - Penemu Sel

Antony van Leeuwenhoek (1632-1723) lahir di Delft, Negeri Belanda. Dia berasal dari famili kalangan tengah dan hampir sepanjang hidupnya jadi pegawai kotapraja dalam posisi yang tidak begitu penting. Penemuan Leeuwenhoek yang besar tak lain akibat hobinya memicing-micingkan mata lewat kaca mikroskop. Pada saat itu, tentu saja, orang tidak bisa begitu saja lari ke toko dan beli mikroskop, karena itu Leeuwenhoek membikinnya sendiri. Dia samasekali bukan penggosok lensa profesional dan belum pernah dapat didikan khusus di bidang itu. Meski begitu, keahlian yang dikembangkan amat luar biasa, jauh melampaui kebiasaan para profesional pada saat itu.

Kendati perangkat mikroskop sudah ditemukan orang sebelum Leeuwenhoek lahir, dia tidak menggunakannya. Sebaliknya, dengan cermat dan tepat dia menggosok lensa berukuran kecil. Leeuwenhoek mampu menghasilkan mikroskop yang punya daya kekuatan pengamatan yang jauh lebih baik dari mikroskop yang sudah ada. Salah satu dari lensa yang masih ada punya kapasitas membesarkan sekitar 270 kali, bahkan ada pertanda dia berhasil membuat lebih sempurna dari itu.

Biografi Louis Braille - Penemu Kode Braille





Louis Braille dilahirkan pada 4 Januari 1809 di Coupvray, sebuah kota kecil di dekat Paris, Prancis. Ia tinggal bersama ayahnya, Simon Rene Braille dan ibunya, Monique, di sebuah rumah sederhana. Ayahnya seorang pembuat sepatu dan perlengkapan berbahan kulit yang bekerja di bengkel miliknya sendiri. Louis kecil senang sekali bermain di bengkel ayahnya. Pada usia 4 tahun, ketika asyik memainkan alat-alat kerja ayahnya, ia mengalami kecelakaan. Jara, alat tajam untuk melubangi kulit, secara tak sengaja melukai sebelah matanya.


Infeksi di sebelah matanya yang terluka segera menjalar ke sebelah mata lainnya dan mengakibatkan kebutaan total pada kedua matanya.

Meskipun tidak bisa melihat, Louis kecil berhasil menunjukkan kemauan yang kuat untuk belajar. Orang tua Louis bersama guru sekolah setempat melihat potensi yang besar pada dirinya. Oleh karena itu, ketika memasuki usia sekolah, ia diizinkan mengikuti pelajaran di kelas – bersama teman-temannya yang berpenglihatan normal – dengan mengandalkan indra pendengaran. Ternyata, ia dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Satu-satunya kendala, ia tidak dapat membaca dan menulis pelajaran kecuali sebatas mendengarkan apa yang disampaikan gurunya secara lisan.

Pada usia 10 tahun, ia memperoleh beasiswa untuk belajar pada Royal Institution for Blind Youth di Paris, sebuah lembaga pendidikan khusus untuk anak-anak tunanetra. Di sana, ia belajar membaca huruf-huruf yang dicetak timbul pada kertas dengan cara merabanya. Pada sekolah ini juga terdapat beberapa buku dengan sistem cetak timbul yang disediakan oleh pendiri sekolah, Valentin Hauy. Buku-buku ini memuat huruf-huruf berukuran besar yang dicetak timbul pada setiap halamannya. Karena ukuran huruf-hurufnya yang besar, ukuran bukunya pun terbilang besar sehingga harganya sangat mahal. Sekolahnya hanya memiliki 14 buku seperti ini.