Pages

Senin, 04 Februari 2013

Maros Terendah, Toraja Utara Capai 98 Persen






MENANGIS. Salah seorang siswa SMAN 1 Bantimurung Maros tidak bisa menahan tangisnya ketika mengetahui dirinya tidak lulus UN utama yang diumumkan pada 26 April lalu. Beberapa temannya berusaha menenangkannya.


Angka kelulusan tahun 2010 ini, tidak begitu gemilang dibandingkan dengan tahun 2009 lalu. Pasalnya pada tahun ini tingkat kelulusan di Indonesia mengalami penurunan. Secara nasional, tingkat kelulusan UN 2010 menurun 4 persen. Tingkat kelulusan ditahun 2009 mencapai 93,4 persen sedangkan di tahun 2010 mencapai 89,88 persen. Mendiknas Muhammad Nuh berpendapat, ini karena tingkat kejujuran siswa semakin tinggi, sehingga angka kelulusan menurun.


Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan 7,2 persen UN tahun ini. Tingkat kelulusan Sulsel tahun 2010 ini mencapai 86.60 persen. Padahal pada tahun 2009 lalu mencapai 93,80 persen.


Kebanyakan siswa jatuh dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pasalnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia ini, nilai yang harus dicapai peserta ujian tidak boleh kurang dari enam. Hal ini dibenarkan oleh Kepala SMAN 1 Bantimurung Kabupaten Maros, Andi Musafir N, MM.


“Kebanyakan siswa tidak bisa melulusi dua mata pelajaran yang diujikan. Untuk jurusan IPA, mayoritas siswa disini tidak bisa melulusi mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Biologi. Sedangkan untuk jurusan IPS, siswa tidak bisa melulusi mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Sosiologi. Untuk jurusan Bahasa, siswa tersangkut dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Antropologi,” jelas Musafir.


Musafir yang baru pertama kali mengalami kejadian ini mengaku shock, karena dari 234 siswanya yang mengikuti ujian, yang tidak lulus pada ujian utama mencapai 113 siswa atau bisa dikatakan hampir setengahnya. Padahal menurutnya, persiapan yang dilakukan oleh sekolah yang dipimpinnnya itu sudah maksimal. Untuk memaksimalkan persiapan itu, pihaknya telah mengadakan bimbingan belajar, melakukan pemantapan dan pengayaan.


Andi Musafir menduga, adanya siswa yang mendapatkan kunci jawaban palsu dan mengandalkan kunci tersebut, sehingga kepercayaan dirinya hilang. Padahal kunci jawaban tersebut belum tentu benar. Namun ia belum menemukan bukti yang pasti tentang hal itu.


Rendahnya angka kelulusan di Kabupaten Maros diakui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen), Drs. H. Mashuding, MM. Bahkan tingkat ketidaklulusan siswa di Maros untuk tahun ini, memang paling tinggi diantara beberapa kabupaten lain di Sulsel.


“Akan tetapi, untuk mempersiapkan ujian pengulangan pada 10 Mei mendatang, saya yakin 100 persen lulus,” kata Mashuding (3/5) lalu. Untuk mengatasi atau mempersiapkan ujian pengulangan, siswa akan dibimbing khusus sesuai mata pelajaran yang belum dilulusinya.


Data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Kabupaten Maros merupakan kabupaten yang pada tahun 2010 mengalami persentase ketidaklulusan lumayan tinggi, yakni 20,43 persen. Dimana dari 1160 peserta yang mengikuti ujian, yang dinyatakan tidak lulus dari jurusan IPA sebanyak 237 siswa sedangkan untuk Jurusan IPS mencapai 451 siswa. Padahal, bila meninjau pada tahun lalu persentase ketidaklulusan yang diraih oleh Kabupaten Maros ini hanya 11,38 persen.


Berbeda dengan Kabupaten Maros, Kabupaten Toraja Utara pada tahun 2010 ini mengalami kenaikan. Seperti yang dituturkan oleh Drs. Rede Roni B, M.Pd, Sekretaris Dinas Pendidikan Toraja Utara. Tingkat kelulusan tahun 2010 mencapai 97,45 persen. Lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.


Dari 1.685 siswa yang mengikuti UN, hanya 50 siswa yang tidak lulus dalam ujian utama ini, diantaranya di jurusan IPA 7 orang dan di jurusan IPS 43 orang. Penyumbang terbesar siswa yang tidak lulus di Kabupaten Toraja Utara, yakni SMAN 2 Rantepao, dimana siswanya 32 orang dinyatakan tidak lulus.


Sedangkan untuk tingkat SMK, dari 1489 peserta UN, hanya 11 orang saja yang dinyatakan tidak lulus. Atau jikalau dipersentasekan, tingkat kelulusan yang dicapai oleh Kabupaten Toraja Utara untuk tingkat SMK mencapai 98 persen.


Sama dengan Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Tana Toraja juga memiliki sedikit siswa yang tidak lulus dalam ujian utamanya ini. Dari 1564 peserta ujian nasional, hanya 186 siswa yang dinyatakan tidak lulus.


Peristiwa penurunan tingkat kelulusan siswa juga terjadi di Bantaeng. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Hj. Andi Sinasari mengungkapkan, tingkat kelulusan yang dicapai oleh Kabupaten Bantaeng mengalami penurunan. Tahun lalu kabupaten ini angka kelulusan siswanya mencapai 90 persen, sedangkan untuk tahun ini hanya 86,75 persen saja.


Dari 2455 peserta yang mengikuti UN di Bantaeng, yang dinyatakan tidak lulus mencapai 219 orang. Terdiri dari 136 siswa SMU, 64 siswa MA dan 19 siswa SMK. “Penurunan tingkat kelulusan tersebut di luar dugaan. Sebab, sebelum memasuki UN, setiap sekolah sudah melakukan kegiatan tambahan,” tutur Sinasari atau yang lebih akrab disapa Karaeng Basse.


Kabupaten Enrekang juga mengalami penurunan dalam tingkat kelulusan siswanya. Pada tahun ini tingkat kelulusan di kabupaten yang terkenal dengan buah salaknya ini mencapai 89,57 persen. Sedangkan pada tahun lalu, tingkat kelulusan yang dicapai oleh kabupaten ini sebesar 94.4 persen.


Dari data tersebut, jurusan IPS-lah yang siswanya banyak untuk diberikan pengulangan, 131 siswanya tidak lulus. Sedangkan untuk jurusan IPA, 68 siswanya berhak mengikuti ujian pengulangan. Jurusan bahasa hanya menyumbangkan 2 orang saja untuk pengulangan. Sementara tingkat SMK, 80 siswa dinyatakan tidak lulus dalam ujian utama ini.


Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Enrekang, Arfah Rauf mengatakan, siswa yang dinyatakan mengulang masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki nilainya.


“Jadi saat mengulang nanti, yang diulang hanya mata pelajaran yang angkanya tidak mencapai nilai standar nasional,” kata Arfah.


“Nanti jika saat mengulang itu nilainya masih kurang, maka ia dinyatakan tidak lulus,” tambahnya. Tahun ini, Diknas Enrekang telah menandatangani fakta integritas dengan Menteri Pendidikan tentang pentingnya kejujuran dalan mengerjakan UN.


Sementara di Jeneponto, sebanyak 543 siswa dinyatakan mengulang UN. Dari jumlah tersebut, yang terbanyak mengulang adalah SMK sebanyak 221, menyusul SMA di tempat kedua sebanyak 221 dan MA di tempat ketiga dengan jumlah 147.


Jumlah peserta UN untuk SMA sebanyak 1.829 peserta dan dinyatakan lulus sebanyak 1.654 dengan tingkat kelulusan 90,43 persen. Peserta UN untuk SMK sebanyak 739 dan dinyatakan lulus sebanyak 518 dengan tingkat kelulusan 70,09 persen. Sedangkan peserta UN untuk MA sebanyak 729 dan dinyatakan lulus sebanyak 582 dengan tingkat kelulusan 79,84 persen. Secara keseluruhan, jumlah peserta UN untuk SMA/MA dan SMK di Jeneponto tahun 2010 sebanyak 3.297 peserta, dan dinyatakan lulus sebanyak 2.754 dengan tingkat kelulusan


secara keseluruhan 83,53 persen.


Menurut Kabid Manajemen Dikmenjur Dinas Dikpora Kabupaten Jeneponto, Drs. H. Nurdin Loka, MM yang ditemuiFajar Pendidikan di ruang kerjanya, Jumat (30/4) lalu mengatakan, pada umumnya ketidaklulusan itu bukan disebabkan rendahnya kualitas peserta UN. Melainkan terutama disebabkan oleh masalah teknis, seperti kekeliruan peserta dalam mengisi lembar jawaban komputer (LJK).


Faktor lain menurutnya adalah faktor psikologis dimana peserta UN merasa tegang dalam menjawab soal-soal yang diberikan. Mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Turatea ini mengatakan, sudah lumayan meskipun ada penurunan dari tahun sebelumnya, yakni sekitar 92 persen. (kabupaten lain lihat tabel)


Khusus untuk Kota Makassar, tingkat kelulusan UN tahun ini cukup membanggakan. Dari 3884 siswa jurusan IPA hanya 185 saja yang mengulang. Sedangkan untuk jurusan IPS sebanyak 1636 peserta dan 1474 dinyatakan lulus. Berbeda di sekolah swasta untuk jurusan IPA sebanyak 495 siswa dan 331 siswa di jurusan IPS dinyatakan tidak lulus.


Siswa yang tidak lulus berhak untuk mengikuti ujian susulan yang akan dilaksanakan pada 10-14 Mei mendatang. Bila sudah diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki, dan hasilnya belum juga lulus, maka akan diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian paket C.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar